M3i Dental dan HUGE Dental Gelar Hands-On Course
Sebuah crown yang terpasang dengan baik mungkin terlihat seperti hasil akhir yang sederhana. Namun, sebelum sampai di dalam mulut pasien, restorasi tersebut telah melewati rangkaian proses yang membutuhkan perencanaan dan ketelitian.
Semuanya dimulai dari sebuah desain.
Bentuk restorasi perlu dirancang, model perlu dicetak, lalu setiap bagian harus diperiksa dan disesuaikan sebelum crown siap memasuki tahap insersi. Satu langkah yang kurang tepat dapat mempengaruhi tahap berikutnya.
Proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran dalam 1 Day Hands-On Course "Hybrid Ceramic Crown: From Design to Insertion" yang digelar oleh M3i Dental bersama HUGE Dental Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.
Bertempat di M3i Dentistry Development Centre, kegiatan ini menghadirkan drg. Evan Valerio, Sp. Pros sebagai pembicara sekaligus pembimbing dalam sesi praktik.
Peserta tidak hanya datang untuk mendengarkan materi. Mereka diajak mengikuti perjalanan pembuatan hybrid ceramic crown, mulai dari desain digital hingga restorasi siap diinsersikan.
Semuanya Berawal dari Desain
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai tahapan pembuatan hybrid ceramic crown. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bahwa kualitas restorasi tidak hanya ditentukan ketika crown telah selesai dibuat.
Hasil akhirnya justru dipengaruhi oleh berbagai keputusan yang diambil sejak tahap awal.
Bentuk, kontur, adaptasi, hingga hubungan restorasi dengan jaringan disekitarnya perlu dipertimbangkan ketika desain mulai dibuat. Sebab, desain yang terlihat baik di layar belum tentu dapat langsung menghasilkan restorasi yang sesuai.
Melalui penjelasan drg. Evan Valerio, Sp. Pros, peserta mempelajari bagaimana setiap tahapan saling berkaitan. Materi tersebut kemudian menjadi bekal sebelum mereka berpindah dari ruang diskusi menuju meja praktik.
Desain yang sebelumnya hanya terlihat secara digital selanjutnya diproses menggunakan Formlabs Form 4B. Teknologi dental 3D print tersebut digunakan untuk mencetak model yang dibutuhkan dalam proses pengerjaan restorasi.
Perlahan, bentuk yang awalnya hanya tampak di layar mulai hadir sebagai objek fisik. Peserta pun dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi digital terhubung dengan proses restorasi yang dilakukan di meja praktik.
Ketika Materi Mulai Dipraktikkan
Setelah memahami alur dasarnya, suasana kegiatan menjadi lebih aktif.
Peralatan mulai disiapkan dan peserta mengambil posisi di meja masing-masing. Materi yang sebelumnya disampaikan melalui pemaparan mulai diterapkan secara langsung dalam sesi hands-on.
Di sinilah berbagai detail kecil mulai terasa penting.
Peserta tidak sekadar mengikuti urutan pengerjaan untuk menyelesaikan sebuah crown. Mereka juga diajak memahami alasan di balik setiap langkah, termasuk hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum berpindah ke tahap berikutnya.
Ketika menemukan kesulitan, peserta dapat langsung berdiskusi dan memperoleh arahan dari pembimbing. Interaksi tersebut membuat proses belajar terasa lebih dekat karena pertanyaan yang muncul selama praktik dapat dibahas saat itu juga.
Sesi praktik dilakukan dalam dua bagian agar peserta dapat mengikuti proses secara lebih menyeluruh. Mulai dari melanjutkan hasil desain, melakukan penyesuaian, hingga memahami tahapan sebelum restorasi siap diinsersikan.
Proses tersebut memperlihatkan bahwa pembuatan hybrid ceramic crown bukan sekadar mengikuti serangkaian prosedur. Setiap tahap membutuhkan perhatian karena hasil dari satu proses akan menentukan langkah selanjutnya.
Setelah seluruh rangkaian selesai, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. Namun, yang dibawa pulang oleh peserta tentu bukan hanya dokumentasi.
Ada pengalaman baru dalam menggunakan teknologi digital, kesempatan mempraktikkan materi, serta pemahaman yang lebih utuh mengenai perjalanan sebuah restorasi dari desain hingga insersi.
Kebutuhan dokter gigi tidak berhenti pada tersedianya produk dental. Karakteristik material, cara penggunaan, serta penerapannya dalam suatu prosedur juga perlu dipahami sebelum produk digunakan dalam praktik.
Karena itu, kehadiran supplier dental turut berperan dalam membuka ruang belajar bagi para praktisi.
Melalui kolaborasi dengan HUGE Dental Indonesia, M3i Dental mempertemukan produk, teknologi, dan pengalaman praktik dalam satu kegiatan edukasi. Peserta tidak hanya diperkenalkan pada material yang digunakan, tetapi juga diajak memahami alur penerapannya.
Selain mendukung kebutuhan dental 3D print melalui Formlabs Form 4B, M3i Dental menyediakan berbagai kebutuhan klinik dan laboratorium. Di antaranya adalah produk YDM dental instrument serta Premium Plus JP Primsole Putty & Light Body untuk mendukung berbagai prosedur kedokteran gigi.
Ketersediaan produk yang beragam tersebut juga diiringi dengan upaya menghadirkan informasi dan edukasi bagi dokter gigi. Dengan demikian, pemilihan produk tidak hanya didasarkan pada spesifikasi, tetapi turut mempertimbangkan fungsi dan kebutuhan dalam praktik.
Melalui 1 Day Hands-On Course "Hybrid Ceramic Crown: From Design to Insertion", peserta dapat melihat bahwa di balik sebuah restorasi terdapat perjalanan yang cukup panjang.
Berawal dari desain digital, dilanjutkan dengan pencetakan model menggunakan Formlabs Form 4B, lalu dipraktikkan hingga restorasi siap memasuki tahap insersi.
Sebab, hasil restorasi yang baik bukan hanya tentang bagaimana bentuk akhirnya terlihat. Ada proses, pengetahuan, dan ketelitian yang bekerja di baliknya.

