Kolaborasi Strategis M3I Dental dan Universitas Trisakti

Kolaborasi Strategis M3I Dental dan Universitas Trisakti

Bagi produsen teknologi dental global, pasar Indonesia menawarkan potensi yang sangat besar sekaligus tantangan edukasi yang unik. Sebagai mitra distribusi yang telah berpengalaman selama 50 tahun, M3I Dental memahami bahwa keberhasilan sebuah brand di pasar ini sangat bergantung pada bagaimana teknologi tersebut dipahami dan diaplikasikan oleh para ahli.

Untuk itu, M3I secara aktif menjalin kemitraan dengan institusi akademik papan atas. Salah satu langkah konkretnya adalah dukungan penuh M3I terhadap seminar ilmiah yang diselenggarakan oleh Universitas Trisakti. Acara yang diselenggarakan pada 22 Januari 2026 dirancang untuk menjembatani teori akademis dengan aplikasi klinis praktis. Memastikan produk-produk inovatif yang kami bawa dari para prinsipil dapat dioperasikan dengan standar presisi tertinggi.

Sinergi Akademis dan Profesional Bersama drg. Evan Valerio, Sp.Pros

Seminar yang bertempat di Universitas Trisakti ini menghadirkan drg. Evan Valerio, Sp.Pros sebagai pembicara ahli. Fokus pembahasan beliau sangat krusial bagi industri: bagaimana integrasi antara aspek bedah dan prostetik menjadi faktor penentu utama dalam keberhasilan restorasi implan jangka panjang.

Bagi M3I, memfasilitasi sesi teknis yang dibawakan oleh spesialis prostodonsia seperti drg. Evan Valerio merupakan bagian dari strategi value-added distribution. Kami memastikan bahwa edukasi yang diterima oleh para praktisi di Indonesia selaras dengan protokol global yang diinginkan oleh para prinsipil kami. Penekanan pada detail teknis ini meminimalisir kesalahan prosedur di lapangan, yang secara langsung melindungi reputasi brand yang kami wakili.

Fokus Utama: Prosthetic-Driven Implantology

Dalam pemaparannya, drg. Evan Valerio menekankan pentingnya filosofi Prosthetic-Driven Implantology. Di hadapan para peserta, beliau menjelaskan bahwa penempatan implan tidak boleh hanya berfokus pada ketersediaan tulang secara anatomis, tetapi harus dimulai dari desain restorasi akhir.

"Sebelum kita memikirkan diameter dan panjang implan, kita harus memikirkan dulu prostetik akhirnya nanti seperti apa," tegas drg. Evan Valerio., Sp. Pros

Pendekatan ini sangat penting bagi para prinsipil untuk dipahami sebagai standar edukasi di Indonesia. Dengan perencanaan yang matang, komponen implan yang dipasok oleh para prinsipil akan ditempatkan pada posisi yang optimal secara biomekanis, menjamin umur panjang perangkat medis tersebut di dalam mulut pasien.

Force Management: Melindungi Integritas Komponen

Salah satu segmen paling teknis dalam seminar ini adalah pembahasan mengenai distribusi gaya kunyah. Implan, tidak seperti gigi asli, tidak memiliki kemampuan adaptif ligamen periodontal. Oleh karena itu, drg. Evan Valerio menyoroti bahaya dari:

  • Lateral Force (Gaya Samping): Beban yang tidak sejajar dengan sumbu implan.

  • Oblique Force (Gaya Miring): Tekanan yang dapat memicu kegagalan mekanis pada sekrup atau stabilitas tulang.

M3I mendukung penuh edukasi mengenai penyaluran beban prostetik yang tegak lurus dengan sumbu (axis) implan. Dengan memberikan pemahaman ini kepada para dokter gigi Indonesia, M3I membantu memastikan bahwa produk-produk dari prinsipil kami bekerja dalam batas beban mekanis yang aman, sehingga mengurangi klaim kegagalan produk yang disebabkan oleh kesalahan perencanaan klinis.

Teknik Restorasi: Keamanan vs. Estetika

Pemilihan antara cemented dan screw-retained restoration juga di kupas tuntas. Penggunaan cemented abutment memang menawarkan keunggulan estetika yang sangat dicari oleh pasien di Indonesia. Namun, drg. Evan Valerio memberikan panduan ketat mengenai kontrol excess cement (kelebihan semen).

Sisa semen yang tidak dibersihkan dengan sempurna dapat menyebabkan perimplantitis—risiko klinis yang dapat merusak citra brand implan jika tidak ditangani dengan benar. Melalui seminar ini, M3I memfasilitasi transfer pengetahuan mengenai teknik mitigasi risiko tersebut, memastikan kepuasan pasien tetap tinggi dan komplikasi pasca-prosedur dapat ditekan seminimal mungkin.

Waspada terhadap Palatal Cantilever

Sebagai penutup sesi teknis, drg. Evan Valerio memaparkan fenomena palatal cantilever. Kasus di mana restorasi terus-menerus lepas atau gagal sering kali berakar pada distribusi beban yang tidak ideal akibat adanya lengan beban (cantilever) yang berlebihan di area palatal. Edukasi biomekanika tingkat lanjut ini sangat diapresiasi oleh peserta dan menjadi bukti nyata bahwa M3I berkomitmen untuk menaikkan level kompetensi dokter gigi di Indonesia demi mendukung teknologi mutakhir dari para prinsipil.

M3I: Jembatan Kepercayaan Selama 50 Tahun

Dukungan M3I terhadap seminar di Universitas Trisakti ini menegaskan posisi kami bukan sekadar distributor, melainkan mitra strategis bagi para prinsipil global. Kami memahami bahwa di balik setiap produk terdapat inovasi yang harus dijaga kualitas aplikasinya.

Dengan pengalaman setengah abad (50 tahun) di industri dental Indonesia, M3I terus membangun ekosistem di mana teknologi Anda diperkenalkan melalui jalur akademik yang kredibel, dipresentasikan oleh ahli seperti drg. Evan Valerio, Sp.Pros, dan diterima oleh pasar yang teredukasi dengan baik. Inilah komitmen M3I untuk memastikan setiap produk mencapai potensi maksimalnya di pasar Indonesia. 

Previous
Previous

Accelerating Clinical Excellence: A Strategic Collaboration Between M3I Dental and Trisakti University in Implantology Education